Rekrutmen CPNS TA 2013 Persyaratkan Passing Grade

Posted by Asep Ihsan on Wednesday, June 5, 2013


Selain harus memiliki power culture sebagai bentuk dedikasinya menjadi abdi negara, Pemerintah akan mempersyaratkan Passing Grade dalam penerimaan Cpns Tahun Anggaran 2013. Persoalan integritas ini akan diketatkan pada rekrutmen CPNS TA 2013.

Asisten Deputi Kesejahteraan SDM Aparatur Salman mengatakan, perlu adanya perbaikan pada sistem seleksi untuk mendapatkan SDM Aparatur yang berkualitas. Menurutnya perekrutan ditujukan untuk memilih sarjana terbaik dari universitas terbaik, karena kualitas SDM menentukan maju tidaknya suatu bangsa.

Persyaratan harus memenuhi passing grade, yaitu nilai minimal kelulusan yang akan diberlakukan lagi. Selain menguji kepribadian, wawasan kebangsaan, dan kompetensi dasar, juga CPNS harus lulus pada kompetensi bidang. Menurut Salman, kita butuh kreatifitas aparatur untuk sebuah perubahan yang lebih baik terhadap negara ini. Satu persen orang terhebat di Indonesia harus masuk birokrasi. Hal ini dimulai dari perbaikan daya tarik dari pekerjaan abdi negara ini, hingga menciptakan suasana yang kondusif untuk perubahan birokrasi.

Masih terkait penerimaan CPNS, Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersikap tegas termasuk menindak kecurangan dalam penerimaan CPNS baik dari jalur tenaga honorer maupun pelamar umum. Disamping itu juga bersikap tegas terhadap pelanggaran Norma, Standar, dan Prosedur (NSP) Kepegawaian. Berdasarkan wewenang yang dimiliki, BKN menjadi garda terakhir dalam menjaga kemurnian dan obyektivitas dalam proses penerimaan CPNS.

Menurut Kepala BKN Eko Sutrisno, apabila terbukti ada kecurangan, BKN akan membatalkan status kepegawaiannya. Beliau meminta masyarakat guna mewaspadai segala bentuk upaya penipuan dalam penerimaan CPNS, baik melalui jalur tenaga honorer maupun pelamar umum. “Kami meminta segenap lapisan masyarakat agar proaktif dalam upaya menanggulangi masalah ini, termasuk melaporkannya kepada pihak yang berwajib,” jelasnya.

Terkait masalah tenaga honorer kategori I, Eko Sutrisno menjelaskan bahwa Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan BPKP tengah melakukan penyelesaian Audit Tujuan Tertentu (ATT) terhadap sejumlah instansi pemerintah di pusat dan daerah. “ATT ini dilakukan terhadap instansi yang memiliki tenaga honorer lebih dari 500 orang,” terangnya.

Eko Sutrisno menjelaskan bahwa tes untuk tenaga honorer kategori II diupayakan serentak dilakukan di berbagai instansi pemerintah di pusat dan daerah setelah masa uji publik usai. Menurutnya, hal ini tidak mudah dilakukan, terutama terkait permasalahan distribusi soal. “Untuk keamanan soal, POLRI dan Lembaga Sandi Negara akan turut serta dalam mengawasinya,” ucapnya.

Ditekankan pula bahwa mulai tahun ini penerimaan CPNS dari jalur pelamar umum akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang digagas dan dikembangkan BKN. Melalui sistem CAT, masing-masing peserta mendapatkan soal berbeda-beda. “Tiap peserta bisa melihat langsung nilai yang diperolehnya untuk mengetahui apakah ia lulus atau tidak. Sistem tes seperti ini juga tidak bisa direkayasa sebab sistem komputer yang langsung memeriksa jawaban tiap peserta” pungkas Eko Sutrisno.

Computer Assisted Test (CAT) merupakan solusi yang diberikan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk seleksi penerimaan pegawai secara obyektif, transparan, serta jujur. Hal ini dikarenakan masing-masing peserta tes mengerjakan soal ujian yang berbeda dan dapat seketika mengetahui hasilnya setelah pelaksanaan ujian usai. Dengan penggunaan CAT, para peserta menjawab soal secara mudah dalam memilih jawaban yang benar dengan mengklik mouse (tidak dibutuhkan lembar jawaban komputer/LJK). Di samping itu, hasil tes tidak dapat diubah-ubah.

Selain itu penerapan sistem CAT dalam seleksi Cpns dapat menciptakan Seleksi CPNS yang bersih, transparan, dan akuntabel. Semoga, Amin Ya Rabbal Alamin!


Sumber:
- Menpan
- BKN


{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment